Akhirnya kesampaian juga untuk menyempatkan kembali mengisi entry di blog ini. Jujur kendala dalam mengisi blog ini bukanlah koneksi internet, atau masalah waktu. Kendala terbesar dalam mengisi blog adalah menjaga feel. Sering -sangat sering- ketika kita mendapat inspirasi dalam mengisi blog, belum sempat kita menuliskannya, feel kita hilang, atau lebih sering disebut ilfill (ilang filling). Setelah beberapa kali menyempatkan waktu untuk merenung (ciee) atau bahkan curhat :p, penulis mencoba mengemukakakn beberapa hal yang bisa membuat kita ilfill dalam mengisi blog.
Sebelumnya, perlu kita pisahkan tujuan penulisan blog dari penulis, yaitu menulis tulisan orisinal hasil karya sendiri, apakah itu informasi, tutorial, ataupun hanya sekedar tulisan ngga jelas. Yang jelas cukup jarang penulis melakukan copy paste secara brutal :p hanya demi mengisi entry di blog ini.
Well, kembali ke bahasan utama.
Tujuan Menulis
Menurut saya, hal pertama yang paling berpengaruh dalam memompa semangat seorang penulis blog adalah tujuan dia menulis. Karena ketika tujuan menulis tersebut tercapai, atau paling tidak mendekati tercapai, penulis akan mendapatkan kepuasan yang dapat memompa semangatnya untuk menulis kembali. Sebagai contoh, ada seorang penulis blog yang mengisi blognya dengan tutorial-tutorial. Ketika dia mendapati bahwa banyak pengakses blognya memberikan ucapa terimakasih, terlebih memberitahukan bahwa tutorialnya berjalan sukses, maka tujuan penulis tesebut tercapai, tentunya penulis akan mendapatkan semangat -atau bahasa kerennya passion/hasrat- untuk kembali mengisi entry blognya dengan tutorial yang lebih menarik dan interaktif.
Hal ini pernah saya alami ketika menulis tutorial mengenai Bit Torrent, dan juga ketika menuliskan link download soal USM STAN. Banyak tanggapan positif memotivasi penulis untuk kembali mengisi entry blognya dengan sesuatu yang lebih bermanfaat dan berguna bagi orang lain -ngga lain pembaca setia blog-.
Nilai Sebuah Tulisan
Hal kedua yang dapat memompa semangat menulis adalah tulisan itu sendiri. Menurut kaca mata penulis -saya benar-benar berkaca mata
– Hasil proses menulis sebuah entry blog adalah suatu karya seni bagi penulisnya (blogger). Wajar jika seorang blogger marah keika mendapati sebuah artikel/tulisan di blognya dicopypaste tanpa pemberitahuan oleh blogger lain. Bagi saya, tulisan merupakan gambaran karakter dari penulisnya. Maka dari itu, saran dari penulis: menulislah untuk diri sendiri (akhirnya judul-nya keluar juga :p ). Karena bagaimana kita bisa menghargai tulisan kita, kalau kita tidak berperan dalam tulisan itu. Tempatkanlah seolah-olah penulis adalah subjek sekaligus objek dalam tulisan, sehingga pembaca dapat menikmati tulisan sekaligus mengenal karakter penulisanya.
Hal Lainnya
Pastilah banyak hal lain yang berpengaruh dalam memotivasi seseorang untuk terus berkarya secara konsisten. Saya sebut berkarya karena sesungguhnya sebuah tulisan adalah sebuah karya, sehingga patut kita hargai, khususnya yang berkaitan dengan copyright-nya. Beberapa hal lain yang mungkin berpengaruh antara lain: kebiasaan, pergaulan, dan kreatifitas masing-masing orang. Saya sangat menyarankan para blogger untuk bergabung dalam komunitas blogger agar dapat berbagi tulisan dan mendapatkan feedback atas tulisan itu. Yang tentunya akan terus memompa para penulis agar terus berkarya.
Demikian sedikit tulisan dari penulis, semoga bermanfaat!
Salam dari meja kerja

karena -yang jelas- nulis itu nggak -asal- gampang.
Kebanyakan blogger yg kurang produktif ya sprt itu terkendala dari segi ide dan mood > termasuk saya
terlalu memikirkan perut jadi males untuk mikir, tq infonya akang